Cara Praktis Menjaga Bisnis Tetap Eksis di Tengah Pandemi

 

menjaga bisnis

Pandemi Covid-19 yang masuk ke Indonesia pada awal 2020 tampaknya belum akan segera selesai hingga awal 2022 nanti. Akibatnya hampir semua sektor harus mengalami penyesuaian yang luar biasa. Terutama sektor ekonomi, para pengusaha mencari berbagai cara untuk menjaga bisnisnya tetap eksis di tengah pandemi.

Para ahli bahkan memperkirakan virus yang terus bermutasi ini baru akan mereda paling cepat akhir 2022 atau 2023 nanti. Perhitungan tersebut berdasarkan kecepatan dan kemampuan vaksin menyebar luas di tangah masyarakat.

Apapun yang terjadi, sesungguhnya kehidupan harus terus berjalan. Denyut ekonomi harus tetap berdetak agar hidup bisa terus berlanjut. Pemerintah telah berupaya semaksimal mungkin menjaga keseimbangan semua sektor kehidupan. Akan tetapi, tentu upaya mereka perlu mendapat dukungan semua lapisan masyarakat.

Upaya Pemerintah Mengendalikan Pandemi

Sejauh ini, dalam dua tahun terakhir sejak pandemi melanda negeri pemerintah Indonesia tidak bersikap pasif. Sebaliknya, berbagai peraturan diterapkan demi lingkungan yang lebih nyaman, sehat, dan mengurangi risiko transmisi.

Penutupan Fasilitas Umum

Ketika kasus positif Covid-19 begitu tinggi, pemerintah melakukan penutupan fasilitas umum. Upaya ini dilakukan agar fasilitas layanan kesehatan tidak mengalami lonjakan pasien dan angka kematian bisa ditekan. Di sisi lain, kebijakan diambil agar roda ekonomi tetap berputar.

Sekolah ditutup, dengan begitu proses belajar mengajar dilakukan secara daring. Sampai tahun kedua pandemi, sekolah baru dibuka terbatas untuk mengurangi risiko transmisi. Pembukaan sekolah dan fasilitas umum ini dilakukan setelah vaksin cukup menyebar untuk memberikan perlindungan komunitas.

Secara otomatis, para pengusaha yang bererak di bidang ritel, penjual jajanan sekolah, pasar tradisional, hingga supermarket sempat sepi pengunjung. Bahkan sekelas Giant pun memilih menutup gerainya karena tidak sanggup lagi menghadapi badai pandemi.

Cara Menjaga Bisnis Tetap Eksis

Lalu apa yang harus dilakukan agar bisnis Anda tetap bisa eksis meskipun status pandemi belum selesai? Ada beberapa cara agar bisnis tetap eksis di tengah pandemi, diantaranya adalah sebagai berikut:

Kendalikan Pemasukan dan Pengeluaran

Mengendalikan pemasukan dan pengeluaran bukan berarti harus mengurangi anggaran pokok belanja. Strategi ini lebih tepat disebut sebagai usaha tepat guna. Berapapun pemasukan yang diperoleh, seharusnya tidak boleh lebih tinggi dari pengeluaran dan tidak berpotensi merugikan di masa depan.

Misalnya pendapatan yang diperoleh dengan cara curang. Cepat atau lambat, Anda pasti harus membayar kecurangan tersebut dan bisa jadi lebih tinggi dari apa yang sudah diperoleh sebelumnya. Daripada rugi di masa depan, mending menjaga diri dalam tindakan jujur dan bersih, kan?

Jika perlu, maksudnya jika Anda bukan pengingat yang baik perkara rincian keuangan, maka sebaiknya catatan pendapatan dan pengeluaran dalam periode tertentu. Misalnya mingguan atau bulanan. Percayalah, catatan tersebut akan membantu Anda melakukan evaluasi untuk periode catatan keuangan berikutnya.

Alokasikan Dana Khusus Charity

Selan harus mencatat pendapatan dan pengeluaran secara rutin, agendakan untuk membantu kegiatan sosial sesuai kemampuan. Bisa melalui sedekah pagi, donasi kemanusiaan untuk bencana alam, atau rutin membagi sebagain rezeki setiap Jumat.

Percayalah, dalam harta yang Anda bagikan itu terdapat berkah yang akan kembali dengan cara masing-masing. Bisa jadi berwujud ketentraman, kehidupan yang harmonis tanpa masalah besar, atau berkah cukupnya pendapatan untuk semua kebutuhan.

Bisa jadi, harta yang dibagi itulah menjadi penolong agar bisnis Anda bertahan di masa sulit. Seperti kisah di penghujung tahun 2021 ini, saat beberapa hari lalu terjadi kebakaran besar di pasar Kroya, Cilacap.

Semua bangunan milik pedagang lengkap dengan barang dagangannya habis dilalap si jago merah. Hanya ada satu kios yang utuh lengkap dengan barang dagangan yang masih tertata rapi di tempatnya. Menurut kisah penduduk setempat, pemilik kios tersebut gemar sekali bersedekah. Sebuah cara menjaga bisnis yang unik, kan?

Fokus ke Bisnis Jangka Panjang

Mempertahankan bisnis di tengah pandemi memang bukan hal mudah. Apalagi jika bidang bisnis yang sedang Anda geluti sedang minim peminat akibat pandemi. Rasanya mungkin seperti langit hendak runtuh.

Akan tetapi sebelum menyerah, ada baiknya Anda memperhitungkan bidang bisnis yang memang sedang banyak dibutuhkan. Karena konsumen paling potensial bukanlah mereka yang berada di tingkat ekonomi sedang-tinggi, tapi mereka yang berada di level ekonomi menengah-bawah.

Beberapa bidang bisnis potensial dalam segala kondisi diantaranya adalah kuliner, transportasi, ekspedisi, dan kebutuhan pokok harian. Selain itu seperti bisnis apparel, termasuk fashion dan pemenuhan gaya hidup tetap berjalan namun masih lambat.

Beberapa cara menjaga bisnis tetap eksis di atas dapat Anda terapkan di semua bidang. Baik bisnis yang sudah berjalan maupun yang baru akan dimulai. Semoga dengan menerapkan cara di atas, bisnis Anda berjalan lancar dan penuh berkah.

 

Comments

Popular posts from this blog

Berhemat dengan Layanan Telkomsel Veronika